Back to @creepyroom's profile

CREEPY ROOM engagement report

@creepyroom - 102K followers on X

Measured over 15 original posts from a 30-day window, last computed on October 15, 2026.

Engagement

Middle of its size range
Per follower
0.148%
of 102K followers
Per impression
0.366%
41K views on a typical post
Reach
40.6%
of its followers see a post
Typical post
151
interactions (median)
Saved
0.087%
36 bookmarks on a typical post
Posting rate
0.53/day
active 30% of days
Peak time
07:00 UTC
Wednesday

A typical post picks up 151 interactions against 102K followers, an engagement rate of 0.148%. Measured over 15 original posts, its engagement rate beats 58% of 20,444 tracked accounts of a similar size, which puts it in the middle of its size range rather than at either end. Posts are seen about 41K times each, and 0.366% of those impressions turn into an interaction. That is about 40.6% of the follower count, which is the gap between an audience on paper and an audience in a timeline. Posting runs at about 0.53 post a day over the last 30 days, though only 30% of days saw any activity at all. Most posts go out around 07:00 UTC, and Wednesday is the busiest day of the week. Of the 15 posts sampled, 100% carry an image or video, 7% are part of a thread and 93% link out. The account's strongest tracked post pulled 4.2K interactions, about 28x its own typical post.

Measured over 15 original posts from a 30-day window, last computed on October 15, 2026.

Compared with accounts its own size

CREEPY ROOM's engagement rate beats 58% of the tracked X accounts closest to it in follower count (20,444 accounts, accounts of similar size (decile 7 of 10)). A percentile is spread evenly by construction, so 50 really is the middle of that group and 90 really is its top tenth.

On engagement per impression rather than per follower it beats 18% of the same group. When those two numbers disagree, the gap is about how far its posts travel rather than how people react to them.

Where this sits in the catalog

At 0.148%, CREEPY ROOM sits above the 50th percentile of the 205,152 accounts in this comparison. That places it in the above the median band, which runs 0.143% to 0.678%.

p100.004%
p250.024%
p50 (median)0.143%
p750.678%
p902.55%
p9982.4%
Engagement rate as a share of followers, across the 205,152 accounts we have scanned enough to measure. The axis is logarithmic, because the top and bottom of this population are about 22,894 times apart and a linear axis would flatten everything below the median into a single point.
Show the percentile table
Engagement rate percentiles
PercentileEngagement rate
10th percentile0.004%
25th percentile0.024%
50th percentile0.143%
75th percentile0.678%
90th percentile2.55%
99th percentile82.4%

This ruler is the whole measured catalog, not a size-matched group: it shows where the raw rate falls across every account we can measure, all of which are large. For a like-for-like comparison, read the size-band percentile above instead. See how the bands are built

Posting timing

This account posts most often around 07:00 UTC, and Wednesday is its busiest day of the week. The bars below are the catalog-wide pattern, with this account's own busiest slot marked. They do not show how this account performs at each hour: we keep one aggregate per account, not one per hour, so that measurement does not exist in our data.

Engagement by hour posted, UTCTwenty-four bars, one per UTC hour. Each bar shows how posts published in that hour compare with their own authors' median engagement. Bars above the centre line ran higher than the median, bars below ran lower. A marker flags Busiest hour: 07:00 UTC.
0003060912151821
Above the authors' own mediansBelowScale: plus or minus 111%Busiest hour: 07:00 UTC
Show engagement by hour posted, utc as a table
Engagement by hour posted, UTC
Hour (UTC)Vs author medianPosts
00:00 UTC-1%89K
01:00 UTC-2%90K
02:00 UTC-3%88K
03:00 UTC-4%94K
04:00 UTC-5%76K
05:00 UTC-4%75K
06:00 UTC-5%86K
07:00 UTC-5%93K
08:00 UTC-4%108K
09:00 UTC-4%124K
10:00 UTC-3%129K
11:00 UTC-3%141K
12:00 UTC-3%154K
13:00 UTC-3%167K
14:00 UTC-4%173K
15:00 UTC-2%176K
16:00 UTC-3%171K
17:00 UTC-3%159K
18:00 UTC-2%149K
19:00 UTC-2%141K
20:00 UTC-1%131K
21:00 UTC0%116K
22:00 UTC-2%100K
23:00 UTC-1%90K
Engagement by day of weekSeven bars, one per weekday, Sunday first. Each bar shows how posts published on that day compare with their own authors' median engagement. Bars above the centre line ran higher than the median, bars below ran lower. A marker flags Busiest day: Wednesday.
SunMonTueWedThuFriSat
Above the authors' own mediansBelowScale: plus or minus 111%Busiest day: Wednesday
Show engagement by day of week as a table
Engagement by day of week
DayVs author medianPosts
Sunday+5%393K
Monday+1%483K
Tuesday-2%520K
Wednesday-3%472K
Thursday-2%430K
Friday-3%447K
Saturday+2%393K
See what moves engagement across the whole catalogWhat counts as a good engagement rate at this size

Formats this account uses

Its own posting mix on the left, and what each of those formats does across every account we track on the right. Only formats where the effect clears our publish test appear here, so an empty row is a format we could not measure rather than one that does nothing.

This account's posting mix compared with catalog-wide effects
FormatThis accountCatalog effect95% intervalAccounts behind it
Image or video100% of posts+111%+108% to +115%34K
Outbound link93% of posts-41%-42% to -40%32K
Typical length-+15%+14% to +16%32K
  • 100% of this account's sampled posts carry an image or video. Across the catalog, posts with an image or video run 111% above the same accounts' other posts.
  • 93% of its posts carry a link off X. Across the catalog, posts with an outbound link run 41% below the same accounts' other posts, so a large share of this account's output sits in the weakest bucket we measure.
  • Its average post runs 1697 characters, which falls in the over 280 characters band. Across the catalog, posts over 280 characters run 15% above the same accounts' other posts.

These are catalog-wide differences applied to this account's own posting mix, not a measurement of how each format performs for this account specifically. We keep one median per account, not one per format per account, so the second thing is not something this data can tell you.

Best tweets

  • Aug 19, 202628x their median

    Pendaki 16 Tahun Tewas Terjatuh ke Kawah Gunung Slamet Pendakian Gunung Slamet berakhir tragis bagi M. Fahris Maulana (16), warga Pakelaran, Desa Sirampog, Kabupaten Brebes. Ia meninggal dunia setelah terjatuh ke dalam kawah Gunung Slamet, Kabupaten Tegal, pada Selasa (18/8/2026). Fahris mendaki bersama tiga rekannya melalui jalur Basecamp Sawangan, Desa Sigedong, Kecamatan Bumijawa. Saat berada di bibir puncak, tanah tempat korban duduk tiba-tiba amblas karena labil. Korban pun terjatuh ke dalam kawah dengan perkiraan kedalaman 30-50 meter. Laporan kejadian langsung ditindaklanjuti tim gabungan. Proses pencarian dan evakuasi berlangsung cukup sulit karena lokasi korban berada di medan terjal dan membutuhkan peralatan evakuasi vertikal. Setelah berjam-jam dilakukan pencarian, jenazah Fahris berhasil dievakuasi melalui jalur Basecamp Permadi, Guci. Pada Rabu (19/8) sekitar pukul 02.10 WIB, jenazah tiba di jalur Permadi dan kemudian dibawa ke Puskesmas Bumijawa untuk pemeriksaan. Setelah pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Operasi SAR ditutup sekitar pukul 02.30 WIB. Evakuasi melibatkan BPBD, Basarnas, PMI, TNI-Polri, Puskesmas Bumijawa, kelompok pencinta alam, relawan SAR, serta masyarakat. Insiden ini kembali mengingatkan bahwa kawasan sekitar kawah Gunung Slamet memiliki medan terjal dan tanah yang dapat labil sehingga sangat berisiko bagi pendaki.

    4.0K225110430K viewsView on X
  • Sep 16, 202626x their median

    - Sopir Tewas Ditembak KKB di Wamena, Sempat Disandera dan Dipaksa Dukung Papua Merdeka - Seorang sopir lajuran bernama Aris Sanda dilaporkan tewas ditembak kelompok bersenjata di wilayah Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Selasa (15/9/2026) pagi. Sebelum tewas, korban diduga sempat disandera dan dipaksa membuat pernyataan mendukung Papua merdeka. Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan aparat masih melakukan respons di lokasi kejadian. “Anggota masih respons dan belum kembali,” kata Yusuf saat dikonfirmasi. Sementara itu, Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom mengklaim kelompok TPNPB Kodap III Ndugama Derakma bertanggung jawab atas penembakan tersebut. Sebby menuding Aris sebagai agen intelijen militer yang bekerja sebagai sopir. Klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen dan tuduhan mengenai keterlibatan korban sebagai agen intelijen belum dikonfirmasi aparat. Sebelum penembakan, beredar video yang memperlihatkan Aris bersama sejumlah orang yang diduga merupakan anggota kelompok bersenjata di salah satu ruas jalan di Jayawijaya. Dalam rekaman tersebut, Aris tampak mengenakan baju krem, jaket hitam, dan celana pendek. Ia dipaksa mengangkat bendera bergambar Bintang Kejora serta menyampaikan pernyataan mengenai Papua merdeka. Dalam video itu, Aris mengatakan telah bekerja sebagai sopir dan melayani masyarakat Papua sejak 2013 hingga 2026. Pernyataan tersebut disampaikan dalam kondisi terancam, sementara sejumlah orang di sekitarnya terlihat membawa senjata api laras panjang dan parang. Setelah video tersebut dibuat, Aris dilaporkan ditembak hingga meninggal dunia. Kelompok yang mengklaim bertanggung jawab juga mengeluarkan peringatan kepada warga pendatang yang bekerja sebagai sopir, pengemudi ojek, taksi, maupun ASN agar menghentikan aktivitas di wilayah yang mereka anggap rawan konflik. Hingga kini, aparat masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi lengkap, lokasi kejadian, identitas pelaku, motif penembakan, serta proses evakuasi korban.

    3.3K4417530310K viewsView on X
  • Aug 6, 202625x their median

    ⚠️WARNING❗ [Sensitif & Disturbing] Video: https://t.co/npGOtJ4MZf KASUS MUTILASI DEPOK https://t.co/LV23MG35tC

    3.4K2218326521K viewsView on X
  • Aug 10, 20264.1x their median

    ⚠️WARNING❗ [Sensitif & Disturbing] Video: https://t.co/yaiV7Nlx36 Ajang Drag Race Kotamobagu Championship 2026 di Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, berubah menjadi tragedi. Sebuah mobil peserta balap tiba-tiba kehilangan kendali setelah melewati garis finis dan meluncur ke arah kerumunan penonton. Sedikitnya delapan orang tewas, sementara sembilan lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan di rumah sakit.

    55232282140K viewsView on X
  • Aug 30, 20263.6x their median

    ⚠️WARNING❗ [Sensitif & Disturbing] Video: https://t.co/xoWgQTZPrB Lagos de Moreno, Jalisco, Meksiko — Agustus 2023. Lima pemuda yang dikenal sebagai sahabat sejak kecil menghilang setelah menghabiskan waktu bersama di kota mereka. Beberapa hari kemudian, sebuah foto dan video mengerikan beredar di media sosial. Rekaman itu diduga memperlihatkan mereka dalam penyekapan dan menjadi salah satu bukti paling mengerikan yang pernah muncul dalam kasus kekerasan kartel di Meksiko. Kelima pemuda tersebut adalah Roberto Carlos Olmeda Cuéllar, Uriel Galván, Jaime Adolfo Martínez Miranda, Dante Hernández Cedillo, dan Diego Alberto Lara Santoyo, yang berusia sekitar 19 hingga 22 tahun. Mereka terakhir terlihat pada 11 Agustus 2023, setelah menghadiri Feria de Lagos de Moreno dan kemudian berada di kawasan Mirador de San Miguel, tempat yang sejak kecil sering mereka datangi. Menurut laporan yang dikutip media Meksiko, setidaknya sebagian dari mereka diduga tengah mencari pekerjaan sementara sebagai petugas keamanan. Namun, keterkaitan tawaran pekerjaan tersebut dengan penculikan tidak pernah sepenuhnya dibuktikan di ruang publik. Salah satu dugaan penyelidikan menyebut adanya kontak dengan seseorang yang memiliki hubungan dengan jaringan kriminal di wilayah tersebut. Setelah malam itu, kelimanya tidak pernah kembali. Keluarga mulai melakukan pencarian dan melaporkan mereka hilang kepada pihak berwenang. Selengkapnya baca di tautan di atas.

    501491098K viewsView on X
  • Aug 20, 20263.5x their median

    ⚠️WARNING❗ [Sensitif & Disturbing] Video: https://t.co/GOLgQZR1uF Seorang pelajar SMA berinisial DK (18) tewas setelah tertemper Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line tujuan Tangerang di kawasan Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (20/8/2026) pagi. Peristiwa tersebut terjadi di sekitar KM 12 Kalideres. Korban dilaporkan meninggal dunia di lokasi setelah tertemper rangkaian kereta yang tengah melintas. Berdasarkan keterangan warga sekitar, saat kejadian DK diketahui bersama seorang temannya yang berada di atas sepeda motor. Teman korban berhasil menyelamatkan diri setelah sempat melompat, sementara DK tidak berhasil menghindari kereta yang melintas. Insiden tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga berdampak terhadap perjalanan Commuter Line. Sebanyak 10 perjalanan Commuter Line Bogor mengalami keterlambatan hingga lebih dari satu jam, bahkan terdapat perjalanan yang dibatalkan. Sementara itu, pada layanan Commuter Line Tangerang, sedikitnya delapan perjalanan mengalami keterlambatan dengan waktu mencapai sekitar 48 menit. Petugas kemudian melakukan penanganan di lokasi untuk mengevakuasi korban dan memastikan perjalanan kereta kembali dapat berlangsung. Peristiwa tersebut menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan dan keselamatan saat berada di sekitar jalur rel kereta api.

    491283195K viewsView on X
  • Aug 1, 20263.3x their median

    ⚠️WARNING❗ [Sensitif & Disturbing] Dokumentasi: https://t.co/shcgKjwdTJ NABIRE – Polres Nabire berhasil mengungkap kasus pembunuhan terhadap seorang remaja putri berinisial CK (14) yang ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan dengan sebagian tubuh terbakar di Kampung Waroki, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Kurang dari 1x24 jam setelah jasad korban ditemukan, polisi berhasil mengamankan terduga pelaku yang juga masih berusia 14 tahun dan berinisial A. Wakapolres Nabire Kompol Piter Kendek dalam konferensi pers pada Jumat (31/7/2026) menjelaskan, jasad korban pertama kali ditemukan warga pada Kamis (30/7) sekitar pukul 20.00 WIT di Jalan Waroki, dekat Pantai Naikere. Saat ditemukan, korban berada dalam posisi tertelungkup dengan kondisi kepala, rambut, serta sebagian tubuh hangus terbakar. Tim Identifikasi Polres Nabire segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah ke rumah sakit menggunakan mobil patroli karena kendaraan khusus jenazah tidak tersedia. Proses identifikasi sempat mengalami kendala lantaran wajah dan mata korban mengalami luka bakar yang cukup parah. Polisi kemudian mengandalkan identifikasi sidik jari, berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), serta menyebarkan informasi kepada masyarakat hingga akhirnya keluarga datang dan memastikan identitas korban. Setelah identitas korban diketahui, penyidik melakukan pendalaman dengan mengumpulkan berbagai alat bukti. Salah satu petunjuk penting berasal dari rekaman CCTV yang memperlihatkan korban terakhir kali bersama seorang remaja laki-laki berinisial A. Berdasarkan hasil analisis rekaman tersebut, tim Satreskrim Polres Nabire, Unit Resmob, dan Tim Khusus Regu II yang dipimpin Kasat Reskrim Iptu Bogi Transtanto bersama Kanit Opsnal Aipda Herianto N melakukan pelacakan hingga akhirnya mengamankan terduga pelaku di kediamannya sekitar pukul 02.40 WIT.

    42052227113K viewsView on X
  • Aug 31, 20262.9x their median

    ⚠️WARNING❗ [Sensitif & Disturbing] Video: https://t.co/V9UBI8UbXA Dua siswa SMK Negeri 1 Kuala Kencana ditemukan tewas di sebuah bengkel mobil di kawasan Jalan Yan Tinal, SP 3, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Minggu (30/8/2026) dini hari. Keduanya diduga menjadi korban penganiayaan menggunakan senjata tajam. Korban diketahui bernama Nomison Genongga dan Tardius Kogoya. Keduanya merupakan siswa kelas XII TKR B, jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR), yang sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Bengkel Mobil Sendang Jaya sejak 1 Juli 2026. Kepala SMK Negeri 1 Kuala Kencana, Selsius Aron, membenarkan bahwa kedua korban merupakan anak didiknya. Selama menjalani PKL, Nomison dan Tardius tinggal di fasilitas yang disediakan pihak bengkel sehingga tidak pulang ke rumah setiap hari. Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 03.00 WIT. Kedua korban kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan luka serius pada bagian leher yang diduga akibat sabetan senjata tajam. Polisi menyebut dugaan penggunaan parang masih menjadi bagian dari penyelidikan. Informasi penemuan kedua korban baru diterima piket siaga Reskrim Polres Mimika sekitar pukul 07.00 WIT. Petugas kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi. Di bengkel tersebut, selain Nomison dan Tardius, terdapat dua siswa lain dari sekolah yang sama yang juga menjalani PKL, yakni Juan Andreas Piterzon Pesiwarisa dan Brian Regen Retraubun. Keduanya dilaporkan selamat. Kapolres Mimika AKBP Alredo Rumbiak memastikan penyelidikan masih berlangsung. Polisi terus mencari saksi tambahan dan menelusuri petunjuk untuk mengetahui kronologi lengkap, motif, serta identitas pelaku. “Penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, mencari saksi lainnya serta melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku,” kata Alredo. Jenazah kedua korban kemudian dievakuasi untuk penanganan lebih lanjut. Hingga Senin (31/8/2026), polisi belum mengungkap identitas maupun motif pelaku. Kasus tersebut kini menjadi perhatian masyarakat Mimika, sementara keluarga dan pihak sekolah masih menunggu kejelasan mengenai peristiwa yang merenggut nyawa dua pelajar tersebut.

    40124190101K viewsView on X
  • Aug 13, 20262.9x their median

    ⚠️WARNING❗ [Sensitif & Disturbing] Gambar: https://t.co/y5IC9Mr5fV Jakarta — Polda Metro Jaya mengungkap motif di balik kasus pembunuhan dan pem3rk0s4an terhadap seorang perempuan berinisial SNA (21) di kawasan Jurumudi Baru, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Banten. Polisi menyebut korban diduga dibunuh setelah mendapat perlawanan saat pelaku berusaha melakukan tindakan s3ksu4l terhadapnya. Pelaku berinisial KF telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka. Saat diperiksa penyidik, KF mengaku sedang dalam kondisi mabuk setelah mengonsumsi minuman keras sebelum melakukan aksinya. Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Imam Imanuddin mengatakan, pengakuan tersebut disampaikan KF dalam berita acara pemeriksaan (BAP). “Dari hasil berita acara pemeriksaan terhadap pelaku, yang bersangkutan dalam keadaan mabuk. Setelah minum-minuman keras, kemudian mabuk,” ujar Imam di Jakarta, Rabu (12/8/2026). Menurut Imam, aksi tersebut bermula ketika KF melihat SNA melintas di hadapannya. Dalam kondisi dipengaruhi alkohol, pelaku mengaku muncul hasrat s3ksu4l terhadap korban. “Saat korban lewat, kemudian muncul hasrat bir4hinya. Lalu mencoba meny3tvbvhi korban. Namun, ada perlawanan, sehingga korban dicekik dan meninggal dunia,” kata Imam. Perlawanan korban kemudian berujung pada tindakan kekerasan. KF diduga mencekik SNA hingga meninggal dunia. Setelah itu, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di sebuah rumah kontrakan. SNA ditemukan tewas pada Selasa (11/8/2026) pagi. Polisi menemukan adanya luka pada bagian leher korban yang memperkuat dugaan bahwa korban mengalami kekerasan sebelum meninggal. Kapolsek Benda AKP Sriyono sebelumnya mengatakan, polisi langsung melakukan pemeriksaan awal dan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan penemuan jasad tersebut. “Korban ditemukan meninggal dunia tadi pagi dengan luka di bagian leher,” ujar Sriyono, Selasa (11/8/2026). Dalam proses penyelidikan, petugas mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian. Di antaranya sarung bantal, seprai, serta pakaian yang ditemukan di sekitar tempat kejadian. “Hasil olah TKP sementara, diduga korban dibunuh, nanti disampaikan setelah penyelidikan. Dari lokasi kejadian perkara terdapat barang bukti disita seperti sarung bantal, seprai, dan baju,” kata Sriyono. Polisi juga mengerahkan anjing pelacak untuk membantu proses penyelidikan dan mengungkap rangkaian kejadian di lokasi. SNA diketahui tinggal di rumah kontrakan tersebut bersama calon suaminya yang bekerja di sebuah perusahaan jasa ekspedisi. Korban diketahui berasal dari Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten. Sementara itu, KF hingga kini masih menjalani pemeriksaan secara intensif oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Polisi masih mendalami seluruh rangkaian kejadian, termasuk tindakan pelaku sebelum dan sesudah korban ditemukan meninggal dunia. Dengan penetapan KF sebagai tersangka, polisi kini terus melengkapi penyidikan kasus yang menjeratnya atas dugaan pembunuhan dan pemerkosaan terhadap SNA.

    38827230113K viewsView on X
  • Aug 23, 20262.9x their median

    ⚠️WARNING❗ [Sensitif & Disturbing] Video: https://t.co/a2Nwa3bjtW DEERFIELD BEACH, FLORIDA — 18 JUNI 2018. Dunia musik hip-hop dikejutkan oleh kematian mendadak Jahseh Dwayne Ricardo Onfroy, rapper Amerika Serikat yang lebih dikenal dengan nama XXXTentacion. Di usia yang baru menginjak 20 tahun, ia ditembak mati dalam sebuah aksi perampokan di luar RIVA Motorsports, sebuah dealer sepeda motor dan kendaraan air di Deerfield Beach, Florida. Kematian XXXTentacion menjadi salah satu kasus pembunuhan paling menyita perhatian dalam sejarah hip-hop modern. Selain karena korbannya merupakan salah satu rapper muda paling populer saat itu, penyelidikan kemudian mengungkap bahwa serangan tersebut bukan sekadar aksi spontan, melainkan bagian dari aksi perampokan yang melibatkan empat orang.

    3882715157K viewsView on X

Ranked by total interactions across everything we have tracked for this account, which is a longer history than the 30-day window the rates above use. The multiple compares each post to this account's own median.

Buy or sell Twitter (X) accounts - escrow-protected

PlayerSells is an escrow marketplace for Twitter (X) accounts. Every deal is protected, with no middleman risk.

Reading these numbers

A typical post picks up 151 interactions against 102K followers, an engagement rate of 0.148%. Measured over 15 original posts, its engagement rate beats 58% of 20,444 tracked accounts of a similar size, which puts it in the middle of its size range rather than at either end. Posts are seen about 41K times each, and 0.366% of those impressions turn into an interaction. That is about 40.6% of the follower count, which is the gap between an audience on paper and an audience in a timeline. Posting runs at about 0.53 post a day over the last 30 days, though only 30% of days saw any activity at all. Most posts go out around 07:00 UTC, and Wednesday is the busiest day of the week. Of the 15 posts sampled, 100% carry an image or video, 7% are part of a thread and 93% link out. The account's strongest tracked post pulled 4.2K interactions, about 28x its own typical post.

What is CREEPY ROOM's engagement rate on X?
CREEPY ROOM (@creepyroom) has an engagement rate of 0.148%, based on the median interactions across 15 original posts from the last 30 days against 101,663 followers. Replies, reposts and quote-posts of other people are excluded from that sample.
Is that a good engagement rate?
At 0.148%, CREEPY ROOM sits above the 50th percentile of the 205,152 accounts in this comparison. Those comparison accounts are all large ones, because our scanning cadence is weighted towards big accounts, so this is a ranking among peers of similar scale rather than a ranking across X.
Does @creepyroom have real engagement?
Its engagement rate beats 58% of the tracked X accounts closest to it in follower count (20,444 accounts), which puts it in the middle of its size range group. Ranking inside a size band matters because engagement rate falls as accounts grow, so a raw rate would mostly re-measure the follower count. It is a starting point for a look at follower quality, not a verdict on it.
When does @creepyroom post?
Most posts go out around 07:00 UTC, and Wednesday is its busiest day, at roughly 0.53 posts per day across the measured window.

Keep going