Jansen Sitindaon engagement report
@jansen_jsp - 283K followers on X
Measured over 2 original posts from a 30-day window, last computed on September 6, 2026.
Engagement
Early reading. We have captured 2 original posts for this account, below the 8 we require before treating a median as settled. The numbers above describe what we have seen so far, not a finished profile of the account.
A typical post picks up 88 interactions against 283K followers, an engagement rate of 0.031%. Posts are seen about 8.0K times each, and 1.10% of those impressions turn into an interaction. That is about 2.81% of the follower count, which is the gap between an audience on paper and an audience in a timeline. Posting runs at about 0.13 posts a day over the last 30 days, though only 10% of days saw any activity at all. Most posts go out around 05:00 UTC, and Monday is the busiest day of the week. Of the 2 posts sampled, 50% carry an image or video. The account's strongest tracked post pulled 6.8K interactions, about 77x its own typical post. Only 2 original posts have been captured so far, fewer than the 8 posts we want behind a median before treating it as settled. Read the figures above as an early measurement of this account, not as a finished profile of it.
Measured over 2 original posts from a 30-day window, last computed on September 6, 2026.
Where this sits in the catalog
At 0.031%, Jansen Sitindaon sits above the 25th percentile of the 65,980 accounts in this comparison. That places it in the below the median band, which runs 0.016% to 0.1%.
Show the percentile table
| Percentile | Engagement rate |
|---|---|
| 10th percentile | 0.002% |
| 25th percentile | 0.016% |
| 50th percentile | 0.1% |
| 75th percentile | 0.499% |
| 90th percentile | 2.09% |
| 99th percentile | 120.0% |
This ruler is the whole measured catalog, not a size-matched group: it shows where the raw rate falls across every account we can measure, all of which are large. For a like-for-like comparison, read the size-band percentile above instead. See how the bands are built
Posting timing
This account posts most often around 05:00 UTC, and Monday is its busiest day of the week. The bars below are the catalog-wide pattern, with this account's own busiest slot marked. They do not show how this account performs at each hour: we keep one aggregate per account, not one per hour, so that measurement does not exist in our data.
Show engagement by hour posted, utc as a table
| Hour (UTC) | Vs author median | Posts |
|---|---|---|
| 00:00 UTC | -1% | 89K |
| 01:00 UTC | -2% | 90K |
| 02:00 UTC | -3% | 88K |
| 03:00 UTC | -4% | 94K |
| 04:00 UTC | -5% | 76K |
| 05:00 UTC | -4% | 75K |
| 06:00 UTC | -5% | 86K |
| 07:00 UTC | -5% | 93K |
| 08:00 UTC | -4% | 108K |
| 09:00 UTC | -4% | 124K |
| 10:00 UTC | -3% | 129K |
| 11:00 UTC | -3% | 141K |
| 12:00 UTC | -3% | 154K |
| 13:00 UTC | -3% | 167K |
| 14:00 UTC | -4% | 173K |
| 15:00 UTC | -2% | 176K |
| 16:00 UTC | -3% | 171K |
| 17:00 UTC | -3% | 159K |
| 18:00 UTC | -2% | 149K |
| 19:00 UTC | -2% | 141K |
| 20:00 UTC | -1% | 131K |
| 21:00 UTC | 0% | 116K |
| 22:00 UTC | -2% | 100K |
| 23:00 UTC | -1% | 90K |
Show engagement by day of week as a table
| Day | Vs author median | Posts |
|---|---|---|
| Sunday | +5% | 393K |
| Monday | +1% | 483K |
| Tuesday | -2% | 520K |
| Wednesday | -3% | 472K |
| Thursday | -2% | 430K |
| Friday | -3% | 447K |
| Saturday | +2% | 393K |
Formats this account uses
Its own posting mix on the left, and what each of those formats does across every account we track on the right. Only formats where the effect clears our publish test appear here, so an empty row is a format we could not measure rather than one that does nothing.
| Format | This account | Catalog effect | 95% interval | Accounts behind it |
|---|---|---|---|---|
| Image or video | 50% of posts | +111% | +108% to +115% | 34K |
| Outbound link | 0% of posts | -41% | -42% to -40% | 32K |
| Typical length | - | +15% | +14% to +16% | 32K |
- 50% of this account's sampled posts carry an image or video. Across the catalog, posts with an image or video run 111% above the same accounts' other posts.
- 0% of its posts carry a link off X. Across the catalog, posts with an outbound link run 41% below the same accounts' other posts.
- Its average post runs 391 characters, which falls in the over 280 characters band. Across the catalog, posts over 280 characters run 15% above the same accounts' other posts.
These are catalog-wide differences applied to this account's own posting mix, not a measurement of how each format performs for this account specifically. We keep one median per account, not one per format per account, so the second thing is not something this data can tell you.
Best tweets
- Feb 18, 202677x their median
Lukisan "Kuda Api" Karya SBY Dilelang, Laku Rp 6,5 Miliar Baca di: https://t.co/hp23rjJNXp https://t.co/pA0GIJXzD4
- Apr 15, 202639x their median
Saya sudah menonton lengkap ceramah/pidato pak Jusuf Kalla (JK). 1) Kalau kita menonton video tersebut secara keseluruhan dan meletakkan pidato tersebut pada konteks yang ingin dituju dan disampaikan: sebagai Kristen saya tidak melihat ada ucapan pak JK yang menyinggung. Berikut penjelasannya: 2) Dalam video tersebut pak JK sedang berbicara dari sudut tokoh atau orang yang mendamaikan konflik Poso dan Ambon, selaku pelaku sejarahnya langsung. 3) Pak JK menjelaskan realitas dan fakta di lapangan ketika itu — yang beliau lihat, alami dan dengar sendiri — dimana “sentimen” agamalah yang membuat konflik tersebut jadi berkepanjangan, berdarah-darah dan memakan banyak korban. Karena kedua belah pihak sama-sama meyakini sedang “berjuang bahkan berperang dijalan suci”. 4) Gaya komunikasi Pak JK dalam ceramah tersebut aku melihat: memang berfokus pada pendekatan historis, sebagai pelaku sejarah langsung. Daripada sekadar menyebutkan istilah agama tertentu secara benar dan tepat. Karena memang ini bukan ceramah “akademik” tentang perbandingan agama. 5) Kalau mau tepatnya, kalau di Islam ada “mati syahid", kalau di kita Kristen mungkin lebih kurang disebut “mati sebagai Martir”. Itulah yang mungkin pak JK lihat ada di benak dan dipusaran 2 kelompok yang bertikai saat itu. Sama saja sebenarnya keduanya. Karena iman dan keyakinan-nya, masing-masing pihak rela menantang maut bahkan mati mengorbakan nyawanya untuk konflik ini. 6) Melalui pidatonya ini aku melihat, pak JK malah sedang mengingatkan kita kembali — generasi sekarang — tentang bahayanya radikalisme dan konflik berlatarbelakang agama. Inilah inti pidato pak JK. 7) Jadi menurutku, tidak perlulah kita umat Kristen tersinggung karena pidato pak JK tersebut. Karena pidato tersebut bukan mau menyerang ajaran agama kita. Pidato itu bukan ceramah yang mau membedah ada tidaknya “mati syahid” dalam ajaran Kristen? Bukan itu. 8) Fakta yang tidak bisa dibantah, konflik Ambon itu memang nyata dan benar ada. Poso juga. Dan yang bertikai sama-sama membawa keyakinan Agamanya ke pusaran konflik. Itulah yang membuat 2 kelompok yang bertikai jadi sama-sama teradikalisasi dan “ganas” (kalau istilahku). Berbeda dengan konflik dan kerusuhan umumnya. 9) Dan faktanya juga, yang mendamaikan konflik itu ya pak JK. Logikanya, kalau beliau mau menyerang agama tertentu, tidak mungkin dia dipercaya kedua belah pihak dan akhirnya bisa mendamaikan konflik tersebut. 10) Terakhir: sebagai penutup, mari kita lihat bagian lain dari pidato itu — yang satu kesatuan juga sebenarnya dengan video yang viral — dimana pak JK menegaskan bahwa tidak ada agama, baik itu Islam ataupun Kristen yang mengajarkan membunuh orang masuk surga. Berikut saya kutip ucapan pak JK: “Tunjukkan ke saya, agama Islam dan Kristen yang mengatakan membunuh orang tidak bersalah masuk surga? Di Islam tidak ada, di Kristen tidak ada.” 11) Ucapan diataslah sebenarnya inti dari pidato/ceramah pak JK. Mau agama apapun, tidak ada itu masuk surga kalau membunuh. Apalagi membunuh saudara sebangsanya sendiri. Baik di Islam atau Kristen, tidak ada namanya mati syahid kalau membunuh orang tak bersalah! 12) Terkait laporan polisi yang sudah masuk, menurutku tidak perlu dilanjutkan dan diperpanjang. Karena memang dari ucapan pak JK tidak ada “mens rea” nya. Tidak ada kandungan niat jahatnya untuk memojokkan, menjelekkan apalagi menista agama Kristen. Karena pidato itu memang bukan tentang agama atau ajaran agama tertentu. Tapi tentang konflik berlatarbelakang agama yang tidak boleh lagi terulang di bangsa ini. 13) Kedua pelapor aku kenal baik. Sahat dan Gusma, keduanya orang baik, terpelajar, generasi terbaik dan pemimpin muda yang ada di Kristen Protestan & Katholik saat ini. Aku yakin akan ada penyelesaian yang baik terkait masalah ini. 14) Sekali lagi: inti keseluruhan pidato pak JK bukan tentang menyerang ajaran agama, dalam hal ini Kristen. Tapi tentang konflik yang tidak boleh lagi terulang. Demikian sikapku Hormatku, JANSEN SITINDAON
- Dec 4, 202530x their median
Sehungan dgn bencana banjir di 3 propinsi, beredar infografis HOAX yg disebar buzzer2 Jokowi. Seolah2 rezim @SBYudhoyono mengeluarkan izin pelapasan kawasan hutan terbesar selama Indonesia berdiri. Faktanya mnrt Walhi pelepsan kawasan hutan terbesar itu terjadi di rezim Jokowi! https://t.co/sXApeC0w3i
- Jan 23, 202612x their median
Selamat ulang tahun ke-79 Mama… 😍 Panjang umur, sehat selalu, selalu menjadi penghangat dan semangat untuk orang banyak… 🤗❤️ #puanmaharani https://t.co/OFHPlpP3PS
- Apr 9, 20268.9x their median
1) Menurutku, melihat segala kejadian saat ini termasuk keadaan dunia, malah beruntung, Presiden kita saat ini pak @prabowo. Coba bayangkan kalau bukan beliau — tapi misalnya, 2 yang lain yang kemarin didukung pak Saiful Mujani dkk di Pilpres — keadaan kita mungkin tidak sebaik sekarang. 2) Secara keseluruhan, saat ini keadaan negara kita baik-baik saja. Di banyak sektor tidak ada “collapse drastis” yang kita alami, ditengah tidak stabilnya dunia yang telah menghantam banyak negara. Termasuk menghantam negara tetangga dekat kita, seperti Filipina, Australia dll. Padahal penduduk mereka tidak sebanyak kita. Manusia yang harus diurus tidak sebanyak kita. Tidak jelek-jelek amatlah keadaan kita saat ini. 3) Saat ini inflasi kita masih terkendali (-2%), defisit APBN kita juga masih terjaga (mungkin naik-naik dikitlah), termasuk pertumbuhan ekonomi kita juga masih di sekitar 5 porsenan dll. Rupiah fluktuatif, kadang naik kadang turun, sekali waktu nyentuh 17 ribu, ganti hari turun lagi ke 16 ribu sekian dll. Tapi masih amanlah. Negara lain juga mengalami, kita juga mengalami. Beda halnya cuma kita saja yang kontraksi, mereka tidak. 4) Berikutnya yang paling utama, untuk BAHAN POKOK dan BAHAN BAKAR — 2 yang paling penting bagi kehidupan sehari-hari manusia — negara kita belum dan/atau tidak mengalami kelangkaan. Ini yang patut kita syukuri! Ketahanan pangan dan energi kita dibawah pak Prabowo: bagus. Ketika dia jumpa dengan krisis ini. Sehingga bangun pagi, hidup kita semua masih bisa berjalan normal, termasuk hidup pak Saiful Mujani dkk yang mengkritik keras kemarin. Makan kita — mulai pagi, siang dan sore — masih aman semua, listrik dirumah-rumah juga masih hidup dan normal, untuk jalan-jalan dan nongkrong-nongkrong dikurangi dikit lah. Intinya semua kebutuhan hidup dari primer sampai sekunder masih aman. Namanya sedang krisis, kita irit-irit dikitlah. 5) Ditengah gonjang ganjing dunia hari ini, politik dalam negeri kita yang stabil dibawah pak Prabowo, juga menurutku salah satu hal lain lagi yang patut kita syukuri. Sehingga di dalam negeri orang masih berani berinvestasi, berdagang, berusaha dll. Termasuk investasi yang datang dari luar, tetap lanjut, karena mereka yakin melihat keadaan domestik kita yang kuat dan stabil. Coba gonjang-ganjing dan dia lihat pemerintahan tidak kuat atau mudah diganti, lari semua itu. 6) Itu maka kalau ada pikiran orang ingin menjatuhkan atau mengganti Presiden ditengah jalan — apalagi melalui jalan tidak konstitusional — dengan keadaan sekarang: menurutku manusia tidak rasional itu. Mau buat bangsanya sendiri tambah rusak. Karena dengan Presiden jatuh ditengah jalan, efeknya pasti akan berentet kemana-mana: mulai ekonomi, sosial bahkan sampai rusuh dll. Yang ada tambah rusak dan mundu negara kita. Jikapun mau ganti Presiden, tunggu saja 3 tahun lagi. Sesuai jadwal ketatanegaraan yang sudah ditentukan. 7) Namanya bernegara apalagi sebesar kita ini, pastilah ada satu-dua kekurangan atau kejadian yang mengganggu. Contoh yang paling menghentak kita semua: penyiraman air keras yang dialami Andrie Yunus kemarin. Kalau soal ini — tidak memandang koalisi atau oposisi — kita semua wajib mengutuknya. Wajib teror tidak beradab itu kita dorong untuk dibongkar seterang-terangnya dan kita semua mengawalnya sampai tuntas. Termasuk persidangannya. Presiden Prabowo sendiri aku yakin berkomitmen untuk membuka ini seterang-terangnya; 8) Jadi untuk pak Saiful Mujani dkk kalau mau ganti Presiden tunggu saja 3 tahun lagi. Bahkan pendaftarannya sendiri 2028 sudah buka itu. Jadi siapkan aja kandidatnya bang. Kita buka lagi persaingan dan kompetisi baru di 2029. Sekarang lebih baik mari sama-sama kita menghadapi krisis ini dulu. Hormatku, Jansen Sitindaon
- Mar 1, 20267.0x their median
Walau pendapatku ini akan banyak ditentang, silahkan saja. Namun sudut pandangku ini secara realisme —“pragmatis”. Yang kaitannya dengan kepentingan nasional dan keamanan kita secara langsung, termasuk keselamatan kita semua. Setelah melihat kejadian Venezuela, yang terbaru Iran dan mungkin menyusul negara lainnya: 1) Menurutku sudah tepat langkah-langkah yang diambil dan tindakan yang dilakukan pak @prabowo beberapa waktu belakangan ini. Termasuk membawa kita bergabung ke BOP, “berkawan” dengan Amerika dan lainnya. 2) Melihat keadaan dunia sekarang, ditambah “gila” dan tidak terprediksinya Trump/Amerika, ditambah canggih dan majunya arsenal militer dan peralatan perang mereka — dimana bisa mendeteksi manusia secara real time, menyerangnya langsung dll —, ditambah kekuatan ekonominya, apa yang dilakukan pak Prabowo 1 tahun ini menurutku sudah tepat untuk kebaikan kita semua 280 juta rakyat Indonesia, keselamatan dan keamanan bangsa kita. 3) Silahkan saja bagi teman-teman yang terus mau menentang Amerika, khususnya di medsos, karena mampunya kita memang baru disitu. Termasuk bagi yang tidak setuju dengan langkah pak Prabowo. Tapi pertanyaanya kita mau melawan Amerika ini pake apa? Dengan kekuatan militer dan ekonomi kita yang sekarang masih terbatas?? Mari kita rasional. 4) Dulu negara-negara bertindak melalui aturan bersama, forum bersama, termasuk keputusan diambil bersama. Kolektif, era multilateralisme (PBB, WTO, Bank Dunia dll). Untuk negara yang belum masuk level “great atau super power” seperti kita, inilah era yang lebih menguntungkan, karena lebih stabil dan terprediksi. Namun era ini sekarang sudah hampir punah atau mengalami erosi parah. Tidak tahu apakah masih bisa pulih. Mungkin pasca Trump selesai jabatannya dan penggantinya tidak sama doktrinnya dengan dia. 5) Sekarang, demi kebaikan masing-masing (pragmatis), tiap negara berhubungan dengan negara lain yang dianggap bisa lebih memberi keuntungan terbaik dalam hal keamanan, ekonomi dan meminimalkan ancaman bagi negaranya. Sambil pelan-pelan tentu saja mengurangi ketergantungan itu. Termasuk kita Indonesia. 6) Dengan pemahaman geopolitiknya yang luas, termasuk mengerti kekuatan militer masing-masing negara, inilah yang sekarang menurutku sedang dilakukan pak Prabowo. Terlihat di foto, video dll beliau memang sedikit menunduk dan mengalah didepan Trump atau Amerika, namun itu semua dilakukan untuk kebaikan kita semua. Sambil pelan-pelan beliau perjuangkan dan masukkan hal-hal yang menguntungkan untuk bangsa kita. “National interest” kita. 7) Jadi maju dan navigasi terus kita semua pak Prabowo, ditengah tidak stabil, “anarkisnya”, sistem dan keadaan global saat ini. Sambil pelan-pelan kita memperkuat diri ke dalam. Sampai tiba waktunya kita muncul dan siap. Sebagaimana kata Deng Xioping 50 tahun lalu: “Tao Guang Yang Hui", — “Sembunyikan Kemampuan dan Kekuatanmu, Tunggu Waktu Yang Tepat”. Hormatku, Jansen Sitindaon Ini pendapat pribadiku.
- Feb 20, 20264.6x their median
Aku skrg lagi sering nonton BRI Super League. Harus diganti itu rumput JIS Pemprov @DKIJakarta. Udah jelekkkkk banget. Malu kita stadion kelas Ibukota Negara jelek gitu. Karena APBD DKI kan tidak kurang uang. Jadi ada dananya. Udahhh, lupakanlah politik-politik masa lalu. Walau malam ini Persija menang lawan PSM, diatas rumput yang jelek begitu, biar enak juga mainnya ke depan. Termasuk tim tamu yang datang. Minggu lalu saya nonton Persebaya vs Bhayangkara, kemudian Bali United vs Persija. Dengan Gelora Bung Tomo atau I Wayan Dipta saja kalah jauh rumput JIS. Padahal ke-2 stadion itu tidak pakai embel-embel Internasional. Bahkan dengan rumput stadion Brawijaya Kediri pun kalah rumput JIS, padahal itu stadion “kelas” kabupaten/kota. Salam JS.
- Apr 4, 20264.6x their median
Turut berdukacita atas gugurnya pahlawan perdamaian kita. Pak @SBYudhoyono hadir bersama Presiden @prabowo dan Menhan pak @sjafriesjams. https://t.co/v3KATkJ6rP
- Jun 3, 20263.7x their median
Aku amati berbulan-bulan ini — bahkan sejak tahun kemarin — menurutku, salah satu orang dekat pak Prabowo yg terus tumbuh tambah hari tambah bagus bahkan sekarang menurutku punya komunikasi publik terbaik dari lingkar istana itu: Mensesneg Prasetyo Hadi. Lihat pengumuman pencopotan Kepala BGN semalam dan berbagai konpres dia yg lain. Enak dengar mas Pras ini ngomong. Orangnya tenang, kata-katanya rapi-terukur dan info/pesan yang dia sampaikan ke publik bisa diterima dengan jelas dan tidak kontroversi. Dan logat Jawanya dia yang “kental” itu juga buat nyaman masuk ke telinga pemirsa. Walau tidak sama persis, ketenangannya kulihat mirip pak Moerdiono dulu tapi ini versi yg lebih cepat dikit dan lebih muda. Metu’o semakin sering mas’e. Ben adem suasana’e.
- Jun 12, 20263.1x their median
SOAL SELL INDONESIA vs SELL SINGAPORE 1) Sudah 2 hari ini saya melihat netizen Indonesia — yang isinya mayoritas anak muda, mereka terpelajar, bahkan mengerti dan jadi pelaku langsung pasar saham dan keuangan — ramai-ramai mengeluarkan sikap dan pernyataan soal “Sell Singapore”. Hal ini untuk melawan kampanye negatif “Sell Indonesia” yang mereka gaungkan dari sana beberapa waktu belakangan ini. Sekaligus ini juga respon netizen Indonesia terkait jatuhnya nilai mata uang dan pasar saham kita karena diduga “dikerjai” dari sana. 2) Soal sikap netizen ini saya melihat, selain soal nasionalisme dan kecintaan mereka pada Indonesia, juga secara tidak langsung bentuk dukungan mereka terhadap kebijakan Pak @prabowo membentuk Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). 3) Karena melalui DSI ini diharapkan tidak ada lagi “under-invoicing” dll sebagaimana Pidato Presiden. Dimana selisih keuntungan yang sangat besar akhirnya jadi masuk dan diparkir di Singapura. Padahal kitalah pemilik SDA tersebut. Hutan kita yang gundul, kita yang kebanjiran dan kena bencana, malah Singapura yang tidak korban apapun yang menikmati uang tersebut. Dengan DSI diharapkan sepenuhnya uang itu masuk Indonesia dan dipakai untuk pembangunan. 4) Dukungan dari netizen dan para pelaku pasar ini menurut saya sangat baik untuk pak Prabowo. Untuk itu saya pribadi meminta: tolong DSI ini dikelola betul dengan benar dan jujur. Termasuk siapapun yang hari ini dipercaya pak Prabowo mengurus DSI ini, kelolalah dengan benar dan jujur. 5) Kalau nanti ternyata DSI ini juga banyak “fraud-nya”, netizen ini juga yang akan balik menghantam Presiden Prabowo. Apalagi para netizen ini juga sudah banyak “berkorban”, mereka selalu pelaku pasar dihantam kerugian besar karena ambruknya bursa kita beberapa waktu belakangan ini. Jadi jangan sia-siakan pengorbanan mereka. Hormatku, Jansen Sitindaon
Ranked by total interactions across everything we have tracked for this account, which is a longer history than the 30-day window the rates above use. The multiple compares each post to this account's own median.
Buy or sell X accounts - escrow-protected
PlayerSells is an escrow marketplace for X accounts. Every deal is protected, with no middleman risk.
Reading these numbers
A typical post picks up 88 interactions against 283K followers, an engagement rate of 0.031%. Posts are seen about 8.0K times each, and 1.10% of those impressions turn into an interaction. That is about 2.81% of the follower count, which is the gap between an audience on paper and an audience in a timeline. Posting runs at about 0.13 posts a day over the last 30 days, though only 10% of days saw any activity at all. Most posts go out around 05:00 UTC, and Monday is the busiest day of the week. Of the 2 posts sampled, 50% carry an image or video. The account's strongest tracked post pulled 6.8K interactions, about 77x its own typical post. Only 2 original posts have been captured so far, fewer than the 8 posts we want behind a median before treating it as settled. Read the figures above as an early measurement of this account, not as a finished profile of it.
- What is Jansen Sitindaon's engagement rate on X?
- Jansen Sitindaon (@jansen_jsp) has an engagement rate of 0.031%, based on the median interactions across 2 original posts from the last 30 days against 283,442 followers. Replies, reposts and quote-posts of other people are excluded from that sample.
- Is that a good engagement rate?
- At 0.031%, Jansen Sitindaon sits above the 25th percentile of the 65,980 accounts in this comparison. Those comparison accounts are all large ones, because our scanning cadence is weighted towards big accounts, so this is a ranking among peers of similar scale rather than a ranking across X.
- Does @jansen_jsp have real engagement?
- There is not yet enough sample to rank this account against others of its size.
- When does @jansen_jsp post?
- Most posts go out around 05:00 UTC, and Monday is its busiest day, at roughly 0.13 posts per day across the measured window.