Malang Raya Info engagement report
@Malangraya_info - 474K followers on X
Measured over 52 original posts from a 30-day window, last computed on August 28, 2026.
Engagement
A typical post picks up 12 interactions against 474K followers, an engagement rate of 0.003%. Measured over 52 original posts, its engagement rate beats 15% of 3,917 tracked accounts of a similar size. That is a reason to look at how the audience behaves - reply depth, saves, whether the followers are recent - rather than a conclusion about it on its own. Posts are seen about 8.7K times each, and 0.144% of those impressions turn into an interaction. That is about 1.83% of the follower count, which is the gap between an audience on paper and an audience in a timeline. Posting runs at about 2 posts a day over the last 30 days, with activity on roughly 57% of days. Most posts go out around 15:00 UTC, and Friday is the busiest day of the week. Of the 52 posts sampled, 98% carry an image or video and 8% are part of a thread. The account's strongest tracked post pulled 470 interactions, about 39x its own typical post.
Measured over 52 original posts from a 30-day window, last computed on August 28, 2026.
Compared with accounts its own size
Malang Raya Info's engagement rate beats 15% of the tracked X accounts closest to it in follower count (3,917 accounts, accounts of similar size (decile 7 of 10)). A percentile is spread evenly by construction, so 50 really is the middle of that group and 90 really is its top tenth.
On engagement per impression rather than per follower it beats 10% of the same group. When those two numbers disagree, the gap is about how far its posts travel rather than how people react to them.
Where this sits in the catalog
At 0.003%, Malang Raya Info sits above the 10th percentile of the 37,856 accounts in this comparison. That places it in the bottom 25% band, which runs below 0.012%.
Show the percentile table
| Percentile | Engagement rate |
|---|---|
| 10th percentile | 0.002% |
| 25th percentile | 0.012% |
| 50th percentile | 0.081% |
| 75th percentile | 0.439% |
| 90th percentile | 2.10% |
| 99th percentile | 155.6% |
This ruler is the whole measured catalog, not a size-matched group: it shows where the raw rate falls across every account we can measure, all of which are large. For a like-for-like comparison, read the size-band percentile above instead. See how the bands are built
Posting timing
This account posts most often around 15:00 UTC, and Friday is its busiest day of the week. The bars below are the catalog-wide pattern, with this account's own busiest slot marked. They do not show how this account performs at each hour: we keep one aggregate per account, not one per hour, so that measurement does not exist in our data.
Show engagement by hour posted, utc as a table
| Hour (UTC) | Vs author median | Posts |
|---|---|---|
| 00:00 UTC | -1% | 53K |
| 01:00 UTC | -2% | 53K |
| 02:00 UTC | -3% | 52K |
| 03:00 UTC | -4% | 55K |
| 04:00 UTC | -6% | 44K |
| 05:00 UTC | -4% | 43K |
| 06:00 UTC | -4% | 50K |
| 07:00 UTC | -5% | 54K |
| 08:00 UTC | -4% | 63K |
| 09:00 UTC | -3% | 72K |
| 10:00 UTC | -2% | 75K |
| 11:00 UTC | -3% | 81K |
| 12:00 UTC | -2% | 90K |
| 13:00 UTC | -2% | 98K |
| 14:00 UTC | -3% | 101K |
| 15:00 UTC | -2% | 105K |
| 16:00 UTC | -4% | 102K |
| 17:00 UTC | -3% | 95K |
| 18:00 UTC | -1% | 88K |
| 19:00 UTC | -2% | 83K |
| 20:00 UTC | -1% | 77K |
| 21:00 UTC | -1% | 69K |
| 22:00 UTC | -2% | 60K |
| 23:00 UTC | -2% | 53K |
Show engagement by day of week as a table
| Day | Vs author median | Posts |
|---|---|---|
| Sunday | +5% | 238K |
| Monday | 0% | 302K |
| Tuesday | -3% | 302K |
| Wednesday | -1% | 257K |
| Thursday | -2% | 250K |
| Friday | -3% | 259K |
| Saturday | +3% | 233K |
Best tweets
- Aug 19, 202639x their median
MALANG — Perselisihan akibat cemburu berujung maut di asrama STIKes Kendedes, Kota Malang. Seorang mahasiswa men*s*k teman sekamarnya hingga meninggal dunia pada Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Kasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol Rahmad Aji Prabowo mengatakan, korban dan pelaku merupakan mahasiswa semester akhir asal Papua Selatan yang tinggal satu kamar di asrama. Pertikaian bermula dari ketersinggungan pelaku karena korban diduga menggoda pacarnya. Keduanya kemudian terlibat pertikaian. “Tidak direncanakan. Berawal dari kecemburuan, kemudian terjadi baku h*nt*m. Pelaku lalu mengambil p1s4u dari kamarnya,” ujar Aji. P1s4u pengupas buah sepanjang sekitar 17 sentimeter itu digunakan pelaku untuk men*s*k korban satu kali di dada kanan. Peristiwa itu terjadi di depan kamar dan korban meninggal di lokasi. Usai kejadian, pelaku sempat melarikan diri ke arah Perumahan Piranha. Polisi berhasil mengamankannya kurang dari satu jam setelah kejadian. Polisi telah memeriksa sekitar lima saksi dan masih mendalami motif kecemburuan tersebut. Kedua mahasiswa juga diketahui sempat mengonsumsi m1r4s pada dini hari sebelum kejadian. Pelaku dijerat Pasal 458 ayat (1) subsider Pasal 466 ayat (3) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. Jenazah korban selanjutnya diproses untuk dibawa ke kampung halamannya di Papua Selatan. Laporan: Kontributor Malang Raya Media I Rabu, 19 Agustus 2026
- Aug 27, 202612x their median
Innalilahi https://t.co/XnMOsHoFtG
- Aug 15, 20266.8x their median
Ada hangat yang terselip di antara dinginnya aspal Malang. Bukan tentang siapa yang cepat sampai, tapi tentang bagaimana saling menghargai lewat satu anggukan dan klakson pendek penuh arti. . . 🎥 VT/dikyaaar https://t.co/EOw4DjJBVf
- Aug 20, 20265.4x their median
Mural "Malang The Glory Land" adalah seni dinding ikonik di Kota Malang yang berarti "Malang Tanah Kejayaan". Titik mural terkenal ini berada di kawasan Jl. Arif Rahman Hakim (dekat Alun-Alun Malang). Karya ini dibuat oleh komunitas suporter pada tahun 2016 sebagai bentuk cinta dan identitas kuat bagi warga serta klub sepak bola Arema. Namuj, pada Agustus 2026, mural ikonik tersebut ditimpa tulisan 'Malang Menyala Bersama', yang membuat netizen geram. Mengetahui hal tersebut, pihak panitia menyampaikan permohonan maaf.
- Aug 28, 20264.6x their median
MALANG – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu menggelar aksi demonstrasi di kawasan Lori Kayutangan, Jalan Basuki Rahmat, Kota Malang, Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Massa mengenakan pakaian serba hitam dan membawa 17 tuntutan, di antaranya menolak PHK massal, meminta kenaikan upah dan lapangan kerja layak, penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM, reformasi agraria, serta penghentian kriminalisasi petani dan masyarakat adat. Mereka juga menuntut pengesahan RUU Masyarakat Adat dan RUU Perampasan Aset, penghentian militerisasi ruang sipil, evaluasi proyek strategis nasional yang merugikan rakyat, serta pendidikan gratis. Selain itu, massa mendesak pemerintah mengusut kebakaran hutan dan lahan, menangani bencana secara cepat, mengadili pelaku p*mb*n*han 13 korban perlawanan Agustus 2025, serta membebaskan seluruh tahanan politik. Pantauan di lokasi, aksi tersebut hanya dijaga beberapa personel Dinas Perhubungan (Dishub). Tidak terlihat polisi berseragam yang melakukan pengamanan di sekitar lokasi aksi. Laporan: Kontributor Malang Raya Media I Jumat, 28 Agustus 2026
- Aug 19, 20264.6x their median
Seorang anggota polisi di Kota Malang terekam sedang membantu kakek tukang becak yang tak kuat melintas di tanjakan. Dalam video yang beredar, terlihat becak dengan dua penumpang tersebut kesulitan melewati jalan yang menanjak. Melihat hal tersebut, petugas polisi yang melintas langsung berinisiatif untuk membantu kakek tersebut. Matur nuwun pak 🙏🙏🙏 . . 🎥 yayasan_rumahsolusimalangraya
- Aug 20, 20263.9x their median
MALANG — Mural legendaris “Malang The Glory Land” di Jalan Arif Rahman Hakim, Kota Malang, ditimpa mural bertuliskan “Malang Menyala Bersama” untuk rangkaian Festival Mbois 11. Perubahan itu memicu kekecewaan warga dan Aremania. Warga Malang sekaligus Aremania, Andi F Sinyo, menilai persoalan tersebut bukan sekadar pergantian gambar di tembok, melainkan menyangkut etika dalam memperlakukan karya seni yang telah lebih dulu memiliki nilai artistik dan dikenal masyarakat. “Aku awalnya kaget. Yang aku rasakan pertama kali ya kecewa,” ujar Sinyo, Kamis (20/8/2026). Menurutnya, mural di ruang publik memang tidak selalu permanen. Namun, karya yang sudah memiliki nilai seni semestinya tidak ditimpa begitu saja. “Dalam dunia mural, sekalipun itu public space, ada etikanya. Etika menimpa mural itu ada,” tegasnya. Sinyo menyebut mural yang sekadar coretan tanpa nilai artistik tentu berbeda dengan karya yang telah menjadi bagian dari ruang publik dan memiliki makna bagi masyarakat. Ia juga meminta polemik mural tidak diarahkan menjadi penolakan terhadap Festival Mbois. Menurutnya, festival tersebut tetap melibatkan banyak pelaku kreatif Malang. “Kalau kecewa soal mural, boleh. Tapi tolong kecewamu hanya di titik mural ini. Jangan melebar ke acara,” ujarnya. Ia mengapresiasi permintaan maaf dari salah satu inisiator Festival Mbois. Namun, permintaan maaf itu dinilai perlu disertai tanggung jawab konkret terhadap karya yang telah ditimpa. “Kecewa boleh, tapi juga terus melihat bagaimana respons panitia Festival Mbois terhadap karya-karya,” katanya. Sinyo bahkan menyindir ironi antara nama festival dengan tindakan menimpa mural tersebut. “Festival Mbois, tapi nimpai gak mbois,” ujarnya. Ia menambahkan, banyak warga dan Aremania berharap mural baru tersebut setidaknya ditutup atau diblok terlebih dahulu sebelum kegiatan berlangsung. Bukan Sekadar Mural Bagi Sinyo, “Malang The Glory Land” bukan sekadar mural sepak bola. Karya almarhum Heri Sucahyo alias Sam Nyek yang dibuat sekitar 2016 itu membawa pesan tentang persatuan dan kejayaan Malang. Sinyo, yang mengaku bersahabat dengan Sam Nyek, menjelaskan pemilihan kata “Malang” memiliki makna kuat. Saat sepak bola Malang dilanda dualisme, sang seniman tidak memilih tulisan “Arema The Glory Land”, melainkan “Malang The Glory Land”. “Kenapa nggak ditulis ‘Arema The Glory Land’? Dia memilih diksi ‘Malang’,” katanya. Menurutnya, pilihan tersebut menunjukkan pesan yang lebih luas: mengajak masyarakat Malang kembali bersatu di tengah berbagai perpecahan. “Pesannya buat wong Malang, ayo rukun. Ayo rukun karena Malang ini tanah kejayaan,” tegasnya. Karena itu, ketika mural tersebut ditimpa, Sinyo menilai yang hilang bukan hanya gambar dan tulisan di dinding, tetapi juga bagian dari memori serta pesan kultural yang pernah melekat pada ruang publik Kota Malang. Ia berharap polemik tersebut menjadi pelajaran agar karya seni publik tidak hanya dilihat sebagai gambar di tembok, tetapi juga dihargai berdasarkan sejarah, konteks, dan nilai yang dikandungnya. Laporan: Kontributor Malang Raya Media I Kamis, 20 Agustus 2026 🎥 Kontributor, IG /singamalang.bertindik, & IG/singabola
- Aug 16, 20263.8x their median
Sebuah mobil mengalami laka di gang Mirej, Ki Ageng Gribig, Madyopuro, Kedungkandang, Kota Malang pada hari Minggu (16/8/26) sekitar pukul 06:26 WIB. Menurut keterangan warga, pengemudi diduga mengantuk hingga mobil yang dikendarainya oleng dan terjun dari jalan raya ke Gang Mirej. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. . . 🎥 kiriman warga
- Aug 21, 20262.5x their median
MALANG — Hari pertama Festival Mbois 11 di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jumat (21/8/2026), berlangsung dalam suasana yang relatif sepi. Kondisi tersebut terjadi setelah polemik penimpaan mural “Malang The Glory Land” menjadi sorotan publik. Pantauan di lokasi, area festival yang berada di dalam maupun luar stadion belum terlihat dipadati pengunjung. Sejumlah stan puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang telah menyewa tempat untuk berjualan juga tampak belum ramai pembeli. Meski demikian, para pelaku UMKM tetap membuka lapak dan menjajakan produk mereka sepanjang pelaksanaan festival. Kondisi sepinya pengunjung membuat transaksi jual beli di sejumlah stan belum berjalan maksimal. Salah satu performer Festival Mbois 11, Iksan Skuter, turut mengajak masyarakat yang hadir untuk tidak sekadar menikmati pertunjukan, tetapi juga memberikan dukungan kepada para pelaku UMKM. Dalam sela-sela penampilannya, Iksan meminta pengunjung yang datang ke festival untuk ikut meramaikan stan-stan UMKM dengan membeli dagangan yang tersedia. Menurutnya, para pelaku UMKM telah mengeluarkan biaya untuk menyewa stan dan membawa produk mereka ke lokasi festival. Karena itu, dukungan pengunjung dinilai penting agar keberadaan mereka dalam kegiatan tersebut tetap memberikan manfaat ekonomi. Ajakan tersebut menjadi salah satu upaya untuk menjaga geliat Festival Mbois 11 tetap berjalan di tengah suasana hari pertama yang belum ramai. Festival Mbois 11 sendiri menjadi sorotan setelah muncul polemik terkait mural “Malang The Glory Land” di Jalan Arif Rahman Hakim yang sebelumnya ditimpa dengan mural bertema “Malang Menyala Bersama” dalam rangkaian kegiatan festival. Laporan: Kontributor Malang Raya Media I Jumat, 21 Agustus 2026
- Aug 15, 20262.5x their median
Di kampungmu udah latihan buat lomba Agustusan lur? . , 🎥 istimewa https://t.co/VrdBTS6OR9
Ranked by total interactions across everything we have tracked for this account, which is a longer history than the 30-day window the rates above use. The multiple compares each post to this account's own median.
Buy or sell X accounts - escrow-protected
PlayerSells is an escrow marketplace for X accounts. Every deal is protected, with no middleman risk.
Reading these numbers
A typical post picks up 12 interactions against 474K followers, an engagement rate of 0.003%. Measured over 52 original posts, its engagement rate beats 15% of 3,917 tracked accounts of a similar size. That is a reason to look at how the audience behaves - reply depth, saves, whether the followers are recent - rather than a conclusion about it on its own. Posts are seen about 8.7K times each, and 0.144% of those impressions turn into an interaction. That is about 1.83% of the follower count, which is the gap between an audience on paper and an audience in a timeline. Posting runs at about 2 posts a day over the last 30 days, with activity on roughly 57% of days. Most posts go out around 15:00 UTC, and Friday is the busiest day of the week. Of the 52 posts sampled, 98% carry an image or video and 8% are part of a thread. The account's strongest tracked post pulled 470 interactions, about 39x its own typical post.
- What is Malang Raya Info's engagement rate on X?
- Malang Raya Info (@Malangraya_info) has an engagement rate of 0.003%, based on the median interactions across 52 original posts from the last 30 days against 473,682 followers. Replies, reposts and quote-posts of other people are excluded from that sample.
- Is that a good engagement rate?
- At 0.003%, Malang Raya Info sits above the 10th percentile of the 37,856 accounts in this comparison. Those comparison accounts are all large ones, because our scanning cadence is weighted towards big accounts, so this is a ranking among peers of similar scale rather than a ranking across X.
- Does @Malangraya_info have real engagement?
- Its engagement rate beats 15% of the tracked X accounts closest to it in follower count (3,917 accounts), which puts it in the bottom quarter for its size group. Ranking inside a size band matters because engagement rate falls as accounts grow, so a raw rate would mostly re-measure the follower count. It is a starting point for a look at follower quality, not a verdict on it.
- When does @Malangraya_info post?
- Most posts go out around 15:00 UTC, and Friday is its busiest day, at roughly 2 posts per day across the measured window.